Jumat, 04 Mei 2012
Gue dan Hidup Gue
Sakit banget hati gue, ketika orang memnagng gue tak bisa berbuat apa2. Emangnya siapa lo yang suka ngatur hidup gue.
Gue benci semuanya, hidup gue tak pernah ada kebebasann yang berarti.
harusnya lo tahu siapa yang menjalani hidup ini, gue yakin bisa ngejalanai hidup yang gue lakuin ini. karena gue yang akan bertanggung jawab dengan smua ini.
Gue gak suka, kalau seseorang hanya memanfaatkan gue.
Gue benci teman yang hanya membutuhkan gue ketika dia butuh gue saja.
Gue bakal buktiin sama semua orang kalau gue itu bisa.
Ya, bisa. gue yakin bisa.
Buat temen gue, gue maafin ko apa yang telah lo lakuin sama gue.
Lo, gak usah mikirin hidup gue, Pikirin aza hidup lo sendiri, gue juga tahu apa yang haus gue perbuat.
Lo, boleh lupain gue, anggap saja kita tidak pernah kenal.
Lo, bisa hidup dengan tenang karena lo gak kenal sama gue.
BAY,,,, MASA LALU.......
Gue benci semuanya, hidup gue tak pernah ada kebebasann yang berarti.
harusnya lo tahu siapa yang menjalani hidup ini, gue yakin bisa ngejalanai hidup yang gue lakuin ini. karena gue yang akan bertanggung jawab dengan smua ini.
Gue gak suka, kalau seseorang hanya memanfaatkan gue.
Gue benci teman yang hanya membutuhkan gue ketika dia butuh gue saja.
Gue bakal buktiin sama semua orang kalau gue itu bisa.
Ya, bisa. gue yakin bisa.
Buat temen gue, gue maafin ko apa yang telah lo lakuin sama gue.
Lo, gak usah mikirin hidup gue, Pikirin aza hidup lo sendiri, gue juga tahu apa yang haus gue perbuat.
Lo, boleh lupain gue, anggap saja kita tidak pernah kenal.
Lo, bisa hidup dengan tenang karena lo gak kenal sama gue.
BAY,,,, MASA LALU.......
Senin, 30 April 2012
gadis kretek
1.
Synopsis
Gadis Kretek
Jeng yah! Jeng
Yah! The curses name that always called by Mr. Raja. His son, Lebas, Karim,
and Tegar confused what should they do. His
wife, the woman who take care of Mr. Raja while he was sick is so angry to hear
to that bloody name. The name who was taken their prosperity from its passion.
The name that always bring memory with their sorrow.
The name that
bring their son take a journey to the palm of Java historical moment. The name
that force three brothers acquire their family company’s secret. It’s not just
about love, affair, and cigarettes. It’s also about passion, willing, taste,
and business struggle. Will time reveal the secret of Jeng Yah’s name?
2.
Format Analysis
2.1
Plot
This
story using forward-backward-forward plot. We believe that Ratih Kumala was
deliberate to using this in order to made this story more interesting and made
the reader.
The reader could also suspect what
kind of scene that really happened in the past with including other scenes
which revealed sistematically by Ratih Kumala. Indonesian history about
colonize and independence were included into this novel and covered with continous
and connected every single scene to be an interesting plot.
2.2
Character and Characterization
Lebas: he’s a free man,
he does whatever he wants, he doesn’t want to be someone that his father want him to be like his brothers. He is
a spontaneous man. But he care to his family.
Tegar: he’s kind of
man who take everything seriously, he’s sensitive, he’s character is
contradiction with his little brother, Lebas that’s why they always fight each
other. But he’s so obedient to his parents even he is cannot express his own
interest.
Karim: he’s low
profile and mature man, he’s smart, he’s always be a mediator between Lebas and
Tegar.
Soeraja: he’s a hard worker,
he’s kind of man who cannot fulfill his promise, he’s a thief, he doesn’t know
what is the meaning of thanks, and he’s liar.
Dasiyah (Jeng Yah):
she’s a hard worker, smart, obedient, innovative, and loyal woman.
Rukayah: she’s followers her sister and she is kind woman.
Soedjagad: He’s a
plagiator and he’s a liar, and he’s coward.
Idroes Moeria: he’s a hard worker,
loyal, jealous man and loves his wife so much.
Roemaisa: she’s smart, loyal,
hard worker, lovely, respectful, friendly,
she’s tough and patient woman.
2.3
Theme
Business competition and identity searching
2.4
Setting
·
Jakarta
·
M
city
·
Cirebon
·
Magelang
·
Kudus
·
Yogyakarta
·
Surabaya
·
Temanggung
·
USA
2.5
Point of View
This novel is using first person’s point of view
2.6
Figures of Speech
This novel is using daily languange and combined with Javanese
languange.
2.7 Message
Always
keep and fulfill promise to anyone, never trust anybody with your whole heart.
Plagiatism is forbidden, innovation and
hardworking always be the way to reach success. Never stop believing with what
you believe in.
3.
Interpretation
Dennis’s judge: Gadis Kretek is the best novel i’ve ever read. It has a strong
conflict, difficulity comprehension of love.
Rabu, 25 April 2012
My Task
my task in this week:
1. investigative writing
2. comparative literature
3. sintax
4. sundanesse culture
oh my god help me for doing my task......
1. investigative writing
2. comparative literature
3. sintax
4. sundanesse culture
oh my god help me for doing my task......
Senin, 16 April 2012
Siapa sih saya ini ?????/ Who am i???????? :-(
15 Apr. 12, Ahad
Siapa sih saya ini ?????/ Who am i???????? :-(
Hati ini terasa perih bagai di tusuk duri, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan saya hanya seorang yang kecil. Cuma hidung aja yang besar kalau babah saya bilang sih Idung Akbar Tanjung. Hehehe.
Saya selalu berfikir apa salah saya dalam menjalani semua ini, saya selalu merasa sedih apabila segala sesuatu ada yang namanya perbedaan, dan bahkan tidak dikasih kepercayaan dalam diri saya. saya benci sama orang-orang yang memandang diri saya rendah, tidak bisa berbuat apa-apa.
Rasa sakit hati saya ini tidak bisa terobati dengan apapun. Dan saya yakin ALLAH bersama saya. Apapun yang saya lakukan semoga ada dalam ridla allah dan lindungan allah. Amien...
Ya robbi ampunilah segala dosaku ini, ampunanmu sangat lah berarti untuk hidup saya. Dimatamu aku ini ini tidak apa-apanya. Ya robbi panjangkanlah umur hamba-mu ini, ya robbi jauhkanlah hamba-Mu ini dari segala marabahaya buruk yang mengancam hidup dan keluargaku. Ya robbi jadikahlah hamabu ini wanita solehah yang bisa menjaga dirinya dan nama baik keluarganya.
Ya robbi, hidup ini harus saya tanggung jawabkan di akhirat nanti. Dan semoaga saja saya bisa mempertanggung jawabkannya. Ya robbi lingungilah kelurga kecil saya, saya sangat mencintai kedua orang tua saya dan adik satu-satunya Riyadhul Ulum, sehatkan lah mereka, mudahkanlah dalam segala hal yang mereka.
Karena saya ini bukan siapa-siapa semuanya hanya milik mu ya robbii, apapun yang menimpa hidup saya selama ini semoga saya bisa menjalaniny dengan ikhlas dan tulus hati, karena saya yakin semua ini ada hikmahnya. Ya robbii, semoga harapan dan keinginan saya bisa saya capai dan kau meridoinya. Amien.
Senin, 09 April 2012
I love saturday and sunday
Rabu, 04 April
2012
I love saturday
and sunday.
Diary, Siang
ini jam 12.30 mata saya masih terasa malas untuk melihat dunia. Dua jam saya
tidur siang tapi kayanya belum pants utuk dikatakan siang, couse saya
tidur dari jam 10 sampae dzuhur. Diary, sory sudah hampir dua minggu ini saya
tidak melaporkan keseharian saya yang sangat menarik dan pantas utuk
diceritakan.
Oh iya diary,
hari minggu kemarin tepatnya tanggal 31 maret 2012, saya jadi mengikuti casting
to be reader of news. Nomor panggil saya 60 dan sungguh ini pengalaman yang
terpenting dalam hidup saya yang tidak akan terlupakan. Hari itu saya di
makeover sama tante saya. Ketika saya melihat dicermin ini bukan papa yang
dulu. Sungguh sangat narsis and dewasa gitu. Hahaha.
Ketika disana
saya ketemu orang-orang baru yang sama-sama menyukai dunia tivi, dan sastra.
Ketika saya duduk dibawah pohon sambil berteduh menunggu teman saya Nova dan
Indri ada seorang lelaki yang menghapiri saya dengan sebutan mbak.
Penampilannya lumayan menrik, kelihatannya dia orang gaul and alay. Tak lama
kamipun berkenalan dia bernama Dedi asli Yogja tapi sudah lama tinggal di
purwakarta. Sehingga cara bicara dia tidak medok-medok amat. Malah dia lebih
suka dipanggil Dedi bujang Bandung.
Dedi sosok
orang yang mudah bergaul, dia bercerita berbagai pengalamannya yang patut di
acungkan jempol. Dia pernah mengikuti audisi Indonesia Idol, casting di ANTV,
TRANSTV, PJTV2009 dan masih banyak lagi. Cara bicara yang renyah dan enak untuk
didengar. Ya, walau dibilang agak kemayu. Dia kuliah di UNIKOM bandung,
semester 8.
Selain ketemu
Dedi saya juga ketemu kartika, dan Yuli mereka asli orang bandung. Ketika saya
memasuki ruangan staf only perasaan dag dig dug tak menentu. Apalagi ketika
saya dihadapkan ke camera yang gede. Sungguh gugup sekali rasanya. Tapi ini
adalah pengalaman pertama saya yang taidak akan terlupakan.
Esok harinya
jam 2 siang, sayapun pergi ke STSI seorang diri hanya detemani dengan BEBE tua
saya alias NoKIa 1600. Yang selalu menemani saya kemanapun dan dimanapun. Siang
itu bandung diguyur hujan yang sangat deras sekali namun tidak mengurungkan
niat saya untuk pergi ke STSI. Diary tahu kenapa saya harus kesana? Tiada lain
untuk memenuhi kewajiban saya selaku mahasiswa dalam rangka UTS. UTSnya di STSI untuk
memperbandingkan pembacaan puisi yang dibacakan oleh seniman-seniman Indonesia
yang termasyhur.
Acara sudah
dimulai ketika saya sampai gedung STSI, tapi belum terlalu lama baru lima
menitanlah. Tapi kurang tahu juga sih. Maklum sok tahu dikit. Sesampainya
disana saya ketemu teman-teman yang sudah berjubel didepan pintu masuk. Lika
teman dekat saya mengatakan ceu itu minum dulu mumpung gratis. Ternyata
minumannya tiadak lain bajugur dan wedang jahe itu adalah minuman yang saya sukai.
Maka sebelum masuk gedung saya mengambil itu minuman ebari memasukan beberapa
papais dan pisang kukus kedalam tas. Maklumlah mahasiswa namanya juga liat yang
gratis-gratis itu matanya ijo banget. (tapi tidak semua mahasiwa seperti saya
kali diary. ^_^).
Ternyata acara
yang saya hadiri ini tiada lain dalam rangka memperingati ULTAHNYa FFB(forum
film Bandung) yang ke 25. Sungguh acaranya sangat sakral sekali dan dihadiri
oleh pemain bintang film Indonesia yang tidak muda lagi yaitu Edi S. Dan
menngundang Putu Wijaya. Setiap orang yang belajar sastra pasti mengetahui
siapa itu Putu Wijaya.
Penampilan Putu
Wijaya dan Edi S sungguh sangat menakjubkan. Cara mereka membacakan puisi
sungguh berbeda denagn yang biasanya. Baru kali ini saya melihat para seniman
dan sastrawan membaca puisi. Cara beliau-beliau bicarapun sangat memukau para
penonton yang hadir. Sungguh sangat-sangat sesutu banget dah.
Pesan moral:
buat lo-lo yang mu jadi sarjana sastra lo jangan malu buat mengekspresikan diri
lo apa adanya. Terus lo harus bangga karena lo belajar sastra. Sastra itu
indah.
Langganan:
Postingan (Atom)