CANTIK???
Oleh
Papa Samrotul Puadah
Cantik menurut
kamus oxpord dictionary beatiful is very pretty or attractive , giving
pleasure to the sense. Yang berarti wanita cantik adalah seseorang yang membuat
setiap orang melihatnya merasa nyaman dan tertarik bahkan ada rasa ingin
memiliki. Seperti kita kalau melihat artis Olla Ramlan yang tinggi, seksi,cantik
lagi. Kalau bahasa gaulnya “enak dipandang bikin mata kalang kabutan”.
Kini banyak wanita yang tergiur untuk mengubah dirinya semakin cantik dan
seksi. Seperti menyulam alis dan bibir yang sedang tren saat ini. Sungguh
ironis mau tampil cantik tapi harus menyiksa diri. Dan mengeluarkan biaya yang
mahal. Pandangan wanita cantik sekarang adalah
beralis hitam tebal, bibir merah merona, body montok plus putih mulus tanpa ada
cacat sedikitpun. Ditambah bra berukuran 36B.
Saat ini sering
kita lihat ditelevisi iklan-iklan produk kecantikan yang mengggiurkan, bagi
setiap wanita yang melihatnya. Inti dari iklan ditelevisi tersebut adalah
wanita cantik itu berkulit putih tanpa titik, berfostur tubuh langsing, bibir
merah merona,berambut hitam kemilau dan tanpa bau badan. Sungguh luar biasa.
Sehingga banyak sekali kontes-kontes kecantikan digelar saat ini. Para wanitapun
berlomba-lomba untuk menobatkan dirinya menjadi wanita tercantik dan terseksi.
Untuk saat ini kecerdasan dan intelektualitas seseorang dijadikan nomor dua.
Untuk mengikuti kontes kecantikan persyaratan utama berbadan tinggi semampai,
berparas cantik dan menarik. Maka kesempatan besar untuk mengikuti kontes
kecantikan itu tidak disia-siakan oleh para wanita yang berparas cantik dan
berbadan tinggi. Wanita biasapun tidak mau ketinggaan, maka diapun pergi
kesalon kecantikan untuk mengubah dirinya menjadi putri cantik sementara.
Mereka rela merogoh kocek jutaan rupiah demi tampil cantik dan bisa mengikuti
kontes kecantikan.
Padahal seorang
wanita itu tidak hanya cantik lahir namun harus disertai dengan cantik batin.
Untuk memenuhi kecantikan lahir banyak sekali produk-produk disekeliling kita,
bahkan membuat banyak wanita terjebak didalamnya. Cantik batin itu seharusnya
menjadi nomor utama pagi para wanita diseluruh dunia ini. Cantik batin disini
adalah seseorang yang selalu bisa menahan emosi ketika marah, bisa berinteraksi
dengan siapapun, dia selalu tersenyum walaupun sedang banyak masalah dia tidak
pernah mengumbar nafsu. Selain itu juga dibarengi dengan kecerdasan intelektual
yang luar biasa. Seperti ibu kita Kartini pejuang kaum wanita Indonesia, yang telah mengubah kaum wanita Indonesia untuk
bisa bersaing dengan kaum adam. “ Habis Gelap Terbitlah Terang” itu
slogan popular untuk kemajuan wanita Indonesia.
“Emansipasi
wanita” kata inilah yang menjadi lawang utama wanita Indonesia untuk
mensejajarkan dirinya dengan kaum adam. Modal utama untuk mensejajarkan dirinya
adalah cantik. Ironi sekali banyak wanita mengatas namakan emansipasi wanita
dengan menjerumuskan dirinya kejurang kenistaan. Seperti adanya ajang kontes
kecantikan yang merajalela dimana-mana saat ini. Miris. Kontes tersebut para
wanita berlomba-lomba untuk memamerkan kecantikan yang dimilikinya masing-masing,
mereka harus siap untuk melakukan apapun yang diperintahkan olen para juri.
Memamerkan kemolekan tubuh itu sudah dianggap biasa dan wajar untuk sekarang
ini. Ini merupakan modal utam untuk menobatkan diri menjadi wanita cantik di
negeri ini.
Berpenampilan
cantik tidak ada salahnya namun harus melihat kondisi dan keadaan. Jangan
terobsesi dalam kecantikan luar saja. Dengan mengubah seluruh pisik kita dengan
menyulam alis, bibir, memutihkan kulit, operasi hidung, permak wajah dsb.
Cantik itu lahir itu ada batas kadaluarsanya. Wanita sudah berkepala tiga sudah
bisa dikatakan sudah dewasa atau bahkan tua. Namun cantik bati atau inner
beauty itu sampai kapanpun tidak akan penah kadaluarsa karena tidak ada
batas waktu yang menentukan.
Kalimat Emansipasi
Wanita itu dijadikan mantra kuat untuk wanita saat ini. Mereka melupakan
kodratnya sebagai wanita sesungguhnya. Seperti yang diajarkan oleh ibu kita
Kartini, beliau tidak pernah lupa dengan kodratnya sebagai istri yang selalu
menghormati dan melayani suami. Beliau tidak lupa bahwa seorang wanita itu
harus menjadi seorang ibu untuk merawat, membesarkan, dan memdidik anaknya agar
menjadi anak yang baik dan tidak kurang kasih sayang ibunya. Inilah wanita
cantik sesungguhnya. Bukan hanya memamerkan kemolekan tubuh dan melupakan
kodratnya sebagai wanita sesungguhnya. Pesan dari ibu kita Kartini adalah seorang
wanita itu tidak hanya pintar di kasur, sumur dan dapur saja namun
wanita harus cerdas dalam segala hal.
Dan bisa mengubah apa saja dan menjadikan wanita itu bisa bersaing dengan
kaum adam, tanpa mengubah kodratnya sebagai wanita. This is the real
beauty. (papatsf).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar