Rabu, 04 April
2012
I love saturday
and sunday.
Diary, Siang
ini jam 12.30 mata saya masih terasa malas untuk melihat dunia. Dua jam saya
tidur siang tapi kayanya belum pants utuk dikatakan siang, couse saya
tidur dari jam 10 sampae dzuhur. Diary, sory sudah hampir dua minggu ini saya
tidak melaporkan keseharian saya yang sangat menarik dan pantas utuk
diceritakan.
Oh iya diary,
hari minggu kemarin tepatnya tanggal 31 maret 2012, saya jadi mengikuti casting
to be reader of news. Nomor panggil saya 60 dan sungguh ini pengalaman yang
terpenting dalam hidup saya yang tidak akan terlupakan. Hari itu saya di
makeover sama tante saya. Ketika saya melihat dicermin ini bukan papa yang
dulu. Sungguh sangat narsis and dewasa gitu. Hahaha.
Ketika disana
saya ketemu orang-orang baru yang sama-sama menyukai dunia tivi, dan sastra.
Ketika saya duduk dibawah pohon sambil berteduh menunggu teman saya Nova dan
Indri ada seorang lelaki yang menghapiri saya dengan sebutan mbak.
Penampilannya lumayan menrik, kelihatannya dia orang gaul and alay. Tak lama
kamipun berkenalan dia bernama Dedi asli Yogja tapi sudah lama tinggal di
purwakarta. Sehingga cara bicara dia tidak medok-medok amat. Malah dia lebih
suka dipanggil Dedi bujang Bandung.
Dedi sosok
orang yang mudah bergaul, dia bercerita berbagai pengalamannya yang patut di
acungkan jempol. Dia pernah mengikuti audisi Indonesia Idol, casting di ANTV,
TRANSTV, PJTV2009 dan masih banyak lagi. Cara bicara yang renyah dan enak untuk
didengar. Ya, walau dibilang agak kemayu. Dia kuliah di UNIKOM bandung,
semester 8.
Selain ketemu
Dedi saya juga ketemu kartika, dan Yuli mereka asli orang bandung. Ketika saya
memasuki ruangan staf only perasaan dag dig dug tak menentu. Apalagi ketika
saya dihadapkan ke camera yang gede. Sungguh gugup sekali rasanya. Tapi ini
adalah pengalaman pertama saya yang taidak akan terlupakan.
Esok harinya
jam 2 siang, sayapun pergi ke STSI seorang diri hanya detemani dengan BEBE tua
saya alias NoKIa 1600. Yang selalu menemani saya kemanapun dan dimanapun. Siang
itu bandung diguyur hujan yang sangat deras sekali namun tidak mengurungkan
niat saya untuk pergi ke STSI. Diary tahu kenapa saya harus kesana? Tiada lain
untuk memenuhi kewajiban saya selaku mahasiswa dalam rangka UTS. UTSnya di STSI untuk
memperbandingkan pembacaan puisi yang dibacakan oleh seniman-seniman Indonesia
yang termasyhur.
Acara sudah
dimulai ketika saya sampai gedung STSI, tapi belum terlalu lama baru lima
menitanlah. Tapi kurang tahu juga sih. Maklum sok tahu dikit. Sesampainya
disana saya ketemu teman-teman yang sudah berjubel didepan pintu masuk. Lika
teman dekat saya mengatakan ceu itu minum dulu mumpung gratis. Ternyata
minumannya tiadak lain bajugur dan wedang jahe itu adalah minuman yang saya sukai.
Maka sebelum masuk gedung saya mengambil itu minuman ebari memasukan beberapa
papais dan pisang kukus kedalam tas. Maklumlah mahasiswa namanya juga liat yang
gratis-gratis itu matanya ijo banget. (tapi tidak semua mahasiwa seperti saya
kali diary. ^_^).
Ternyata acara
yang saya hadiri ini tiada lain dalam rangka memperingati ULTAHNYa FFB(forum
film Bandung) yang ke 25. Sungguh acaranya sangat sakral sekali dan dihadiri
oleh pemain bintang film Indonesia yang tidak muda lagi yaitu Edi S. Dan
menngundang Putu Wijaya. Setiap orang yang belajar sastra pasti mengetahui
siapa itu Putu Wijaya.
Penampilan Putu
Wijaya dan Edi S sungguh sangat menakjubkan. Cara mereka membacakan puisi
sungguh berbeda denagn yang biasanya. Baru kali ini saya melihat para seniman
dan sastrawan membaca puisi. Cara beliau-beliau bicarapun sangat memukau para
penonton yang hadir. Sungguh sangat-sangat sesutu banget dah.
Pesan moral:
buat lo-lo yang mu jadi sarjana sastra lo jangan malu buat mengekspresikan diri
lo apa adanya. Terus lo harus bangga karena lo belajar sastra. Sastra itu
indah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar