Ahad, 2012-04-08
Went to Cianjur (Padang Montain)
Hai, morning diary. Pagi ini saya akan menceritakan kepergian saya ke Cianjur kemarin. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan dalam hidup saya. Perjalanan saya ke Cianjur diawali dengan naik kereta jurusan Cimindi-Padalarang dengan ongkos 1000 rupiah murah sekali sobat. Cuma seribu doang gak lebih. Setelah sampai stasiun Padalarang kami melanjutkan perjalanan menuju Cianjur dengan menaiki kereta Padalarang Cianjur dengan ongkos 1.500 rupiah murah sekali sobat. Ketika dalama perjalanan Padalarang-Cianjur memori saya kembali pada masa-masa SMA dulu di Tasikmalaya,ketika perjalanan menuju Jawatimur.
Saya sampai Cianjur jam 07.00 malam. Maksud saya pergi ke Cianjur tujuan pertama adalah menemui kelurga saya dari ketturunan mamah saya. Dan alhamdulillah saya sampai pada rumah Ua saya yaitu Wa Ahmad, yaitu Cimuti-Pasirbatu Cianjur. Kami (saya, D’Lilih, A’Binda) senang sekali karena tujuan pertama sudah ketemu. Disana saya bertemu denga anak-anaknya Ua yang notabene cowok semua sungguh sangat mengharukan. Anak yang paling bontot sangat nurut dan dekat dengan saya. Dia bernama Abdurrahman apa-apa yang dia katakan tiadak lain adalah kata Ata yang berarti Jakarta, sungguh ya namanya juga anak kecil and lucu banget dech pokoknya.
Ketika pagi datang kami bangun untuk melakukan solat subuh, anak yang paling bontot belum bangun karena dia tadi malam tidurnya sangat malam sekali, mungkin karena dia merasa kangen dengan adanya bibinya (saya).
Sekitar jam 09.00 pagi, kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju Gunung Padang yang berada di perbatasan Sukabumi dan Cianjur. Perjalanan menuju kesa sungguh sangat sesuatu banget. Partaa kami menaiki angkot samapi pada pemberhentian Bus Bandung Cianjur dari sana kami melanjutkan perjalanan denagn menaiki bus ekonomi Mios, perjalan yang sangat jauh sekai kami hanya mengeluarkan ongkos 3 ribu rupiah edan buakn main murahnya. Sesampainya diperempatan menuju Gunung padang dan pemberhentian Bus kami melihat arah panah bahwa menuju gunung Padang berkisar 20 Km lagi masih jauh sangat sobat. Tapi kami tidak menyerah karena tujuan kami adalah mendaki sampai gunung padang dengan uang seadanya.
Perlahan tapi pasti kami berjalan kaki mengarungi jalanan desa yang tidak begitu bangus, namun setelah beberapa kilo perjalanan kami mendapatakan tumpangan gratis dari mobil polisi Cianjur. Ini adalah pengalaman pertama saya dalam menaiki mobil polisi, serasatahanan tapi bukan tahanan loh kawan. Ini tumpangan gratis yang tidak boleh ditolak. Ketika berada di dalam mobil tersebut seluruh warga kampung memperhatikan kami, tapi kami cuek saja toh kami tidak melakukan tindakan kriminal kok.
Tumpanga gratis tidak hanya sampai disana, dikarenakan mobil polisi dengan kami beda tujuan, tujuan mereka adalah pergi kepertambngan emas yang berada di sekitar gunung Padang dan itu lebih jauh dari Gunung Padang. Kami turun dari sebuah belokan yang menunjukan tanda panah menuju gunung padanag 3 Km lagi sungguh tidak terasa. Dan ini amazing banget dah. Tidak terasa dengan pertolongan Allah semuanya terasa mudah dan selalu saja ada yang menolong. Baru saja kami berjalan beberapa menit sekitar 20 menit kami mendapt tumpangan gratis lagi dari sekelompok Mahasiswa UNPAR bandung gila bukan?!
Mobil yang kita tumpangi sangatlah kecil maklumlah mobil gunung, kamipun berdesak-desakan tapi disanalah kesan yang menariknya dalam perjalan menuju gunung Padang itu. Dalam hitungan menit saja kita sudah sapai di gunung Padang, di tengah-tengah gunung yang jauh kesana kemari ada sebuah pemukiman yang sangat kental dengan nuansa perkampungan, ini mengingatkan saya pada kampung halaman saya yang berada dikaki gunung di Ciamis Langkap Lancar.
Pembelian tiketnyapun sangatlah murah cuma seribu rupiah. Walaupun perjalanan yang sangat melehakan tapi lelah kami terobati ketika sudah sampai puncak gunung, speecless banget dah. Subhannaallah kekuasaan allah sangatlah agung dan tidak ada yang bisa menandinginya. Ini pengalaman pertama saya yang tidak akan terlupakan seumur hidup saya.
Mungkin juga ini pengalaman pertama dan terakhir dalam hidup saya, melakukan perjalan seperti gembel. Karena saya ini adalah seorang wanita, sedangkan wanita sangatlah rentan dengan hal-hal yang sangat menakutkan dalam hidup ini. buat babah and mamah maaf kalau kemarin merasa waswas atas kepergian kami ke gunung Padang. Saya berjanji saya tidak akn melakukan pendakian lagi kecuali suatu saat nanti dengan suami saya.buat om dan tante maaf sekali karena sudah merepotkan kalian dalam berbagai hal dan membuat kalian cemas dengan kepergian saya kemarin, om, tante saya tidak akan melakukan ini lagi saya janji pada diri saya sendiri dan pada kalian semua.
Inilah pengalaman yang sangat bergengsi dalam hidup saya ini. Sedari turun dari pendakian kami tidak henti-hentinya berjalan kaki dan ikut menaiki mobil-mobil bak kosong. Dan akhirnya sampai juga ke kota Cianjur dengan selamt sehabis itu kami melanjutkan perjalanan menuju bandung dengan memaiki Bus sangkuriang jurusan Sukabumi-Bandung. Kami tiba di bandung jam 20.30 malam. Perjalanan yang melelahkan dan menyenagkan penuh dengan kenangan.
Pesan Moral: bagi lo lo yang ngerasa cewek ydan pingin bebas lo boleh saja, tapi lo harus ingat bahwa lo adalah banrang pecah dan itu adalah takdir lo selaku cewek yang harus menjaga kehormatan lo dengansebaik mungki.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar