Senin, 30 April 2012

gadis kretek



1.      Synopsis
Gadis Kretek
            Jeng yah! Jeng Yah! The curses name that always called by Mr. Raja. His son, Lebas, Karim, and  Tegar confused what should they do. His wife, the woman who take care of Mr. Raja while he was sick is so angry to hear to that bloody name. The name who was taken their prosperity from its passion. The name that always bring memory with their sorrow.
            The name that bring their son take a journey to the palm of Java historical moment. The name that force three brothers acquire their family company’s secret. It’s not just about love, affair, and cigarettes. It’s also about passion, willing, taste, and business struggle. Will time reveal the secret of Jeng Yah’s name?










2.      Format Analysis
2.1              Plot
                        This story using forward-backward-forward plot. We believe that Ratih Kumala was deliberate to using this in order to made this story more interesting and made the reader.
                      The reader could also suspect what kind of scene that really happened in the past with including other scenes which revealed sistematically by Ratih Kumala. Indonesian history about colonize and independence were included into this novel and covered with continous and connected every single scene to be an interesting plot.

2.2              Character and Characterization                                                                                                                       
                                                                                                                                                    Lebas: he’s a free man, he does whatever he wants, he doesn’t want to be someone that his  father want him to be like his brothers. He is a spontaneous man. But he care to his family.

Tegar: he’s kind of man who take everything seriously, he’s sensitive, he’s character is contradiction with his little brother, Lebas that’s why they always fight each other. But he’s so obedient to his parents even he is cannot express his own interest.

Karim: he’s low profile and mature man, he’s smart, he’s always be a mediator between Lebas and Tegar.

Soeraja: he’s a hard worker, he’s kind of man who cannot fulfill his promise, he’s a thief, he doesn’t know what is the meaning of thanks, and he’s liar.

Dasiyah (Jeng Yah): she’s a hard worker, smart, obedient, innovative, and loyal woman.

Rukayah: she’s  followers her sister and she is kind woman.

Soedjagad: He’s a plagiator and he’s a liar, and he’s coward.

Idroes Moeria: he’s a hard worker, loyal, jealous man and loves his wife so much.

Roemaisa: she’s smart, loyal, hard worker, lovely, respectful, friendly,  she’s tough and patient woman.

2.3               Theme
                            Business competition and  identity searching
2.4               Setting
·         Jakarta
·         M city
·         Cirebon
·         Magelang
·         Kudus
·         Yogyakarta
·         Surabaya
·         Temanggung
·         USA


2.5              Point of View
This novel is using first person’s point of view

2.6               Figures of Speech
This novel is using daily languange and combined with Javanese languange.

2.7       Message
                      Always keep and fulfill promise to anyone, never trust anybody with your whole heart. Plagiatism is forbidden,  innovation and hardworking always be the way to reach success. Never stop believing with what you believe in.
          










3.      Interpretation
Dennis’s judge: Gadis Kretek is the best novel i’ve ever read. It has a strong conflict, difficulity comprehension of love. 




Rabu, 25 April 2012

Senin, 16 April 2012

Siapa sih saya ini ?????/ Who am i???????? :-(


15 Apr. 12, Ahad
Siapa sih saya ini ?????/ Who am i???????? :-(

Hati ini terasa perih bagai di tusuk duri, tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa dengan keadaan saya hanya seorang yang kecil. Cuma hidung aja yang besar kalau babah saya bilang sih Idung Akbar Tanjung. Hehehe.
Saya selalu berfikir apa salah saya dalam menjalani semua ini, saya selalu merasa sedih apabila segala sesuatu ada yang namanya perbedaan, dan bahkan tidak dikasih kepercayaan dalam diri saya. saya benci sama orang-orang yang memandang diri saya rendah, tidak bisa berbuat apa-apa.
Rasa sakit hati saya ini tidak bisa terobati dengan apapun. Dan saya yakin ALLAH bersama saya. Apapun yang saya lakukan semoga ada dalam ridla allah dan lindungan allah. Amien...
Ya robbi ampunilah  segala dosaku ini, ampunanmu sangat lah berarti untuk hidup saya. Dimatamu aku ini ini tidak apa-apanya. Ya robbi panjangkanlah umur hamba-mu ini, ya robbi jauhkanlah hamba-Mu ini dari segala marabahaya buruk yang mengancam hidup dan keluargaku. Ya robbi jadikahlah hamabu ini wanita solehah yang bisa menjaga dirinya dan nama baik keluarganya.
Ya robbi, hidup ini  harus saya tanggung jawabkan di akhirat nanti. Dan semoaga saja saya bisa mempertanggung jawabkannya. Ya robbi lingungilah kelurga kecil saya, saya sangat mencintai kedua orang tua saya dan adik satu-satunya Riyadhul Ulum, sehatkan lah mereka, mudahkanlah dalam segala hal yang mereka.
Karena saya ini bukan siapa-siapa semuanya hanya milik mu ya robbii, apapun yang menimpa hidup saya selama ini semoga saya bisa menjalaniny dengan ikhlas dan tulus hati, karena saya yakin semua ini ada hikmahnya. Ya robbii, semoga harapan dan keinginan saya bisa saya capai dan kau meridoinya. Amien.

Senin, 09 April 2012

I love saturday and sunday


Rabu, 04 April 2012
I love saturday and sunday.
Diary, Siang ini jam 12.30 mata saya masih terasa malas untuk melihat dunia. Dua jam saya tidur siang tapi kayanya belum pants utuk dikatakan siang, couse saya tidur dari jam 10 sampae dzuhur. Diary, sory sudah hampir dua minggu ini saya tidak melaporkan keseharian saya yang sangat menarik dan pantas utuk diceritakan.
Oh iya diary, hari minggu kemarin tepatnya tanggal 31 maret 2012, saya jadi mengikuti casting to be reader of news. Nomor panggil saya 60 dan sungguh ini pengalaman yang terpenting dalam hidup saya yang tidak akan terlupakan. Hari itu saya di makeover sama tante saya. Ketika saya melihat dicermin ini bukan papa yang dulu. Sungguh sangat narsis and dewasa gitu. Hahaha.
Ketika disana saya ketemu orang-orang baru yang sama-sama menyukai dunia tivi, dan sastra. Ketika saya duduk dibawah pohon sambil berteduh menunggu teman saya Nova dan Indri ada seorang lelaki yang menghapiri saya dengan sebutan mbak. Penampilannya lumayan menrik, kelihatannya dia orang gaul and alay. Tak lama kamipun berkenalan dia bernama Dedi asli Yogja tapi sudah lama tinggal di purwakarta. Sehingga cara bicara dia tidak medok-medok amat. Malah dia lebih suka dipanggil Dedi bujang Bandung.
Dedi sosok orang yang mudah bergaul, dia bercerita berbagai pengalamannya yang patut di acungkan jempol. Dia pernah mengikuti audisi Indonesia Idol, casting di ANTV, TRANSTV, PJTV2009 dan masih banyak lagi. Cara bicara yang renyah dan enak untuk didengar. Ya, walau dibilang agak kemayu. Dia kuliah di UNIKOM bandung, semester 8.
Selain ketemu Dedi saya juga ketemu kartika, dan Yuli mereka asli orang bandung. Ketika saya memasuki ruangan staf only perasaan dag dig dug tak menentu. Apalagi ketika saya dihadapkan ke camera yang gede. Sungguh gugup sekali rasanya. Tapi ini adalah pengalaman pertama saya yang taidak akan terlupakan.
Esok harinya jam 2 siang, sayapun pergi ke STSI seorang diri hanya detemani dengan BEBE tua saya alias NoKIa 1600. Yang selalu menemani saya kemanapun dan dimanapun. Siang itu bandung diguyur hujan yang sangat deras sekali namun tidak mengurungkan niat saya untuk pergi ke STSI. Diary tahu kenapa saya harus kesana? Tiada lain untuk memenuhi kewajiban saya selaku mahasiswa  dalam rangka UTS. UTSnya di STSI untuk memperbandingkan pembacaan puisi yang dibacakan oleh seniman-seniman Indonesia yang termasyhur.
Acara sudah dimulai ketika saya sampai gedung STSI, tapi belum terlalu lama baru lima menitanlah. Tapi kurang tahu juga sih. Maklum sok tahu dikit. Sesampainya disana saya ketemu teman-teman yang sudah berjubel didepan pintu masuk. Lika teman dekat saya mengatakan ceu itu minum dulu mumpung gratis. Ternyata minumannya tiadak lain bajugur dan wedang jahe itu adalah minuman yang saya sukai. Maka sebelum masuk gedung saya mengambil itu minuman ebari memasukan beberapa papais dan pisang kukus kedalam tas. Maklumlah mahasiswa namanya juga liat yang gratis-gratis itu matanya ijo banget. (tapi tidak semua mahasiwa seperti saya kali  diary. ^_^).
Ternyata acara yang saya hadiri ini tiada lain dalam rangka memperingati ULTAHNYa FFB(forum film Bandung) yang ke 25. Sungguh acaranya sangat sakral sekali dan dihadiri oleh pemain bintang film Indonesia yang tidak muda lagi yaitu Edi S. Dan menngundang Putu Wijaya. Setiap orang yang belajar sastra pasti mengetahui siapa itu Putu Wijaya.
Penampilan Putu Wijaya dan Edi S sungguh sangat menakjubkan. Cara mereka membacakan puisi sungguh berbeda denagn yang biasanya. Baru kali ini saya melihat para seniman dan sastrawan membaca puisi. Cara beliau-beliau bicarapun sangat memukau para penonton yang hadir. Sungguh sangat-sangat sesutu banget dah.
Pesan moral: buat lo-lo yang mu jadi sarjana sastra lo jangan malu buat mengekspresikan diri lo apa adanya. Terus lo harus bangga karena lo belajar sastra. Sastra itu indah.

Went to Cianjur (Padang Montain)


Ahad, 2012-04-08
Went to Cianjur (Padang Montain)
Hai, morning diary. Pagi ini saya akan menceritakan kepergian saya ke Cianjur kemarin. Sungguh pengalaman yang tidak akan terlupakan dalam hidup saya. Perjalanan saya ke Cianjur diawali dengan naik kereta jurusan Cimindi-Padalarang dengan ongkos 1000 rupiah murah sekali sobat. Cuma seribu doang gak lebih. Setelah sampai stasiun Padalarang kami melanjutkan perjalanan menuju Cianjur dengan menaiki kereta Padalarang Cianjur dengan ongkos 1.500 rupiah murah sekali sobat. Ketika dalama perjalanan Padalarang-Cianjur memori saya kembali pada masa-masa SMA dulu di Tasikmalaya,ketika perjalanan menuju Jawatimur.

Saya sampai Cianjur jam 07.00 malam. Maksud saya pergi ke Cianjur tujuan pertama adalah menemui kelurga saya dari ketturunan mamah saya. Dan alhamdulillah saya sampai pada rumah Ua saya yaitu Wa Ahmad, yaitu Cimuti-Pasirbatu Cianjur. Kami (saya, D’Lilih, A’Binda) senang sekali karena tujuan pertama sudah ketemu. Disana saya bertemu denga anak-anaknya Ua yang notabene cowok semua sungguh sangat mengharukan. Anak yang paling bontot sangat nurut dan dekat dengan saya. Dia bernama Abdurrahman apa-apa yang dia katakan tiadak lain adalah kata Ata yang berarti Jakarta, sungguh ya namanya juga anak kecil and lucu banget dech pokoknya.

Ketika pagi datang kami bangun untuk melakukan solat subuh, anak yang paling bontot belum bangun karena dia tadi malam tidurnya sangat malam sekali, mungkin karena dia merasa kangen dengan adanya bibinya (saya).
Sekitar jam 09.00 pagi, kami berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju Gunung Padang yang berada di perbatasan Sukabumi dan Cianjur. Perjalanan menuju kesa sungguh sangat sesuatu banget. Partaa kami menaiki angkot samapi pada pemberhentian Bus Bandung Cianjur dari sana kami melanjutkan perjalanan denagn menaiki bus ekonomi Mios, perjalan yang sangat jauh sekai kami hanya mengeluarkan ongkos 3 ribu rupiah edan buakn main murahnya. Sesampainya diperempatan menuju Gunung padang dan pemberhentian Bus kami melihat arah panah bahwa menuju gunung Padang berkisar 20 Km lagi masih jauh sangat sobat. Tapi kami tidak menyerah karena tujuan kami adalah mendaki sampai gunung padang dengan uang seadanya.
Perlahan tapi pasti kami berjalan kaki mengarungi jalanan desa yang tidak begitu bangus, namun setelah beberapa kilo perjalanan kami mendapatakan tumpangan gratis dari mobil polisi Cianjur. Ini adalah pengalaman pertama saya dalam menaiki mobil polisi, serasatahanan tapi bukan tahanan loh kawan. Ini tumpangan gratis yang tidak boleh ditolak. Ketika berada di dalam mobil tersebut seluruh warga kampung memperhatikan kami, tapi kami cuek saja toh kami tidak melakukan tindakan kriminal kok.

Tumpanga gratis tidak hanya sampai disana, dikarenakan mobil polisi dengan kami beda tujuan, tujuan mereka adalah pergi kepertambngan emas yang berada di sekitar gunung Padang dan itu lebih jauh dari Gunung Padang. Kami turun dari sebuah belokan yang menunjukan tanda panah menuju gunung padanag 3 Km lagi sungguh tidak terasa. Dan ini amazing banget dah. Tidak terasa dengan pertolongan Allah semuanya terasa mudah dan selalu saja ada yang menolong. Baru saja kami berjalan beberapa menit sekitar 20 menit kami mendapt tumpangan gratis lagi dari sekelompok Mahasiswa UNPAR bandung gila bukan?!
Mobil yang kita tumpangi sangatlah kecil maklumlah mobil gunung, kamipun berdesak-desakan tapi disanalah kesan yang menariknya dalam perjalan menuju gunung Padang itu. Dalam hitungan menit saja kita sudah sapai di gunung Padang, di tengah-tengah gunung yang jauh kesana kemari ada sebuah pemukiman yang sangat kental dengan nuansa perkampungan, ini mengingatkan saya pada kampung halaman saya yang berada dikaki gunung di Ciamis Langkap Lancar.

Pembelian tiketnyapun sangatlah murah cuma seribu rupiah. Walaupun perjalanan yang sangat melehakan tapi lelah kami terobati ketika sudah sampai puncak gunung, speecless banget dah. Subhannaallah kekuasaan allah sangatlah agung dan tidak ada yang bisa menandinginya. Ini pengalaman pertama saya yang tidak akan terlupakan seumur hidup saya.

Mungkin juga ini pengalaman pertama dan terakhir dalam hidup saya, melakukan perjalan seperti gembel. Karena saya ini adalah seorang wanita, sedangkan wanita sangatlah rentan dengan hal-hal yang sangat menakutkan dalam hidup ini. buat babah and mamah maaf kalau kemarin merasa waswas atas kepergian kami ke gunung Padang. Saya berjanji saya tidak akn melakukan pendakian lagi kecuali suatu saat nanti dengan suami saya.buat om dan tante maaf sekali karena sudah merepotkan kalian dalam berbagai hal dan membuat kalian cemas dengan kepergian saya kemarin, om, tante saya tidak akan melakukan ini lagi saya janji pada diri saya sendiri dan pada kalian semua.

Inilah pengalaman yang sangat bergengsi dalam hidup saya ini. Sedari turun dari pendakian kami tidak henti-hentinya berjalan kaki dan ikut menaiki mobil-mobil bak kosong. Dan akhirnya sampai juga ke kota Cianjur dengan selamt sehabis itu kami melanjutkan perjalanan menuju bandung dengan memaiki Bus sangkuriang jurusan Sukabumi-Bandung. Kami tiba di bandung jam 20.30 malam. Perjalanan yang melelahkan dan menyenagkan penuh dengan kenangan.

Pesan Moral: bagi lo lo yang ngerasa cewek ydan pingin bebas lo boleh saja, tapi lo harus ingat bahwa lo adalah banrang pecah dan itu adalah takdir lo selaku cewek yang harus menjaga kehormatan lo dengansebaik mungki.