Rabu, 11 Januari 2012
Hari rabu bagi saya adalah hari yang paling menegangkan di semester 3 ini. dikarenakan ada mata kuliah Prose, dan dosennya itu sangatlah menegangkan, kalau bahasa gaul anak ABG adalah kiler banget. Namun walau begitu saya sangat bersyukur karena diberi dosen seperti belau itu. nama belaiu adalah Kimtafsirah, sungguh nama yang bagus bukan? Beliau berasal dari Tegal Jawa Tengah, namun sekarang beliau tinggal di Las Vegas alias Leuwi Gajah Cimahi bandung. Beliau menyelesaikan studynya di UPI bandung. Kini usia beliau 67 tahun, tapi semangat belau sanagt luar biasa harus di kasih jempol dech. Mana ada seumuran beliau masih semangat dalam mengajar. Namun sayang beliau itu kadang pelupa, dan yang jadi sasarannya adalah tiadak lain kita-kita yang tak tahu apa-apa.
Semua yang ada di dalam kelas merasa was-was takut ditanya mengenai mata kuliah beliau termasuk saya. Perasaan saya tidak karuan, dada saya bergemuruh begitu kencang bahkan banyak yang mengatakan muka saya terlihat pucat seperti orang yang meninggal ketika beliau menghampiri meja saya, dan bertanya mengenai What is the mean of legend?. Sontak saja saya kaget, dengan terburu-buru saya membuka catatan saya, dan dengan terbata-bata sya menjab apa itu Legend. Namun sangat disayangkan jawaban saya itu salah total apa lagi saya open book, bukan open brain. So, apa yang terjadi? jari-jari tangan yang saya cintai ini kena cubitannya semua teman-teman menertawakan saya karena melihat wajah saya yang semakin pucat pasi, dan tanpa senyum sedikitpun.
Setelah mencubit jari-jari yang saya cintai ini beliau mengatakan bahwa mahasiswa itu harus rajin membaca bukan hanya main facebook, twitter dll dech. Apa lagi seorang calon sastrawan dan sastrawati harus mengetahui apa itu prose, poetry, novel, short story and so on. Tanpa berucap apa-apa beliau meninggalkan meja saya, dan beberapa saat kemudian teman saya kena bom pertanyaan yang menjurus menganai hal narrative prose. Sontak saja dia kaget yang tadi senyam senyum ketika melihat saya. Dia adalah bodrey alais Indri, untung saja dia bisa menguasai kakagetannya dengan mempersembahkan senyum mautnya pada beliau, dan dia pun mulai menjawab pertanyaan tersebut. Tapi apa yang terjadi diary? Beliau mengatakan bahwa jawaban bodrey itu adalah adalah jawaban anak SD, bukan jawaban seorang calaon sarjana. Sontak semua teman deikalas itu pada diam termasuk saya. Dalam batin saya berkata ” memangnya harus seperti apa jawaban seorang calaon sarjana itu?” ternyata jawaban seorang calon sarjana itu adalah itu harus adanya alasan yang jelas, sumber data yang jelas, dan contoh yang jelas juga. Itu baru namanya jawaban seorang mahasiswa calaon sarjana. Dari situ saya baru menyadari bahwasanya saya ini sangatlah jarang sekali belajar mengetahui apa yang ada dalam lingkungan, dan kurang peduli akan lingkungan.
Hari rabu benar-benar mengasyikan, dan menyenagkan ya walaupun adasedikit teganag plus takut. Jujur saja tadi itu merupakan pertemuan terakhir kami di semester 3 bersama belaiu, pasti kami akan selalu mengingat dan merindukan beliau. My teacher semoga saja kau selalau ada dalam sehat dan panjang umur. Karena dunia ini sangat membutuhkanmu. Caranya mengajar membuat kami pintar dan mengetahaui arati hidup dengan adanya pendidikan karakter yang dia sisipkan ketika break belajar.
Setiap minggu saya ini pasti jadi sasaran beliau, karena kelompok saya kebagian duduk dibelakang, sehingga sasaran empuk beliau untuk mem push kami supaya bisa. Walau begitu saya sangat senang, karena saya banyak mendapatkan pelajaran hidup. Saya akan selau mengingat beliau ketika mengatakan “I LOVE SING. . .” dengan bibir yang sedikit monyong dan matanya sedikit mengedip dan badannya bergoyang. Sungguh sangat menakjubkan, couse suara belaiau tidak jauh beda dengan artis Hollywood Ketty Fery, suaranya yang merdu membuat kami terkesima. Pantas saja ketika beliau mengatakan bahha suka menyanyi.
Itulah cerita saya hari ini diary. Thanks god atas sedgala nikmat yang telah kau berikan pada hambamu yang do’if ini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar