Sabtu pagi, 10th march 2012
Nonton film negeri 5 menara lagi
Morning diary, ketemu lagi sama saya cewek yang baik hati, and cute. (pede ah sikit). Oh iya diary selama seminggu ini saya beberapa hal yang menaraik terjadi dalam hidup saya. Ada kisah sedih, da juga kisah yang membuat saya melambung ke angkasa dan pergi kenegeri dongeng.
Kisah sedih gue (jdi bhasa betawai ah). Sore itu saya dapaet sms dari my uncle ngajak nonton bareng negeri 5 menara yang udah saya tonton. Tampa banyak pikir panjang maka saya terima ajakan itu dengan senag hati. kebetulan nontonnya malam yang jam 18.45. kita ketemuan disana jam 18.30 mau tahu tempatnya dimana ? di Braga City walk do you know it? Owh my god tidak tahu :-( Berarti lo lo pade kurang gaul. Hahaha. Ini adalah kali pertama saya pergi malam sepulang ngampus. Apa sih yang memotivasi saya pingin nonton negeri 5 manara tiada lain saya ingin tahu kehidupan kota bandung pada malam hari. Kan nonton film itu mah udah pas pertama keluar filmnya tanggl 1 maret 2012.
Ketika sepulang nonton film saya turun dari 21 movie, saya lait sekeliling keadaan braga. Mungkin saat itu saya terlihat seoerti orang dongo pluse bego. Couse mata ini terus aja melototin suatu kafe yang saya lihat semua pengunjung bule. Jujur saja kalo saya liat bule rasa-rasanya pingin deketetin and pingin ngomong bahasa inggris gtu. Biasa pingin ngetes seberapa bisa sih saya bercakap inggris language. (bukan berari sombong yeah :-)).
Kehidupan kota itu benar-benar menyilaukan mata yang melihat. Oh , iya di kafe tersebut ada pengiring musik klasik, kuping saya berasumsi bahwa musik itu musik spanyol. Bener-benar romatis dech. Apalagidibarengi dengan alunan musik biola yang selama ini saya sukai. Sungguh malam yang begitu indah bukan? Beda banget dengan warung-warung dipinggir jalan yang notabene pengunjung para kuli bangunan, pemulung dan lain sebagainya. Bahkan yang mengiri mereka adalah lagu dangdut bang haji Rhoma Irama yang sering kita sebut dengan si Raja dangdut. Beda banget dech pokoke dengan yang ada do Braga kafe.
Setelah pulang kerumah kejadiaan yang tak diinginkan pun terjadi. Jeng jeng jeng. Sepulang nonton saya tak bersuara sediktpun karena saya merasa tidak enak apalagi saya pulang maelem seperti ini. saya merasa takut sekali. Dan kejadian seperti kemarin ini tak akan saya ulangi. Walaupun hanya sekedar ingin tahu, saya tahu om dan tante khawatir sangat, apalagi selama saya tinggal sama mereka saya ini tanggung jawab mereka. Mamafin saya ya om tantte. Kenapa saya berani keluar malam karena saya pergi kesana dengan sodara laki-laki sayang sering saya panggil ang Inda. Bukan dengan pacar. ;-).
Terus saya punya cerita yang membuat saya pergi ke dunia dongeng. Yaitu saya jatuh cinta pada seseorang yang jauh disa. Tapi entah dia suka sama saya atau tidak inilah jeleknya saya selalu suka sama orang yang belum tentu suka sama saya. Nasib, nasib ;-(. Tapi tak apalah toh mungkin ini yang terbaik bagi hidup saya. Hahaha. Oh iya paras dia tuch gak jauh dengan pemeran Alif di flm negeri 5 menara. Hehehe. Ini adalah bumbu-bumbu dalam sepenggal sejarah hidup saya. Dah dulu ya diary, kapan-kapan lagi saya lanjutin lagi kisah hidup ini. bye-bye.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar