Jumat, 13 Januari 2012

Diary ()


Senin, 09 Januari 2012
Dear my diary hari ini banyak sekali pengalam yang menarik mewarnai hidup saya. Namun disayangkan pagi hari saya tidak sholat malam soalnya kesiangan. Oh , iya hari ini saya benar-benar tidak punya uang di dompet tinggal 5 ribu rupiah. Saya bingung sekali bagaimana untuk makan, minjem keteman rasanya malu sekali. Tapi saya yakin bahwa hari ini bapak akan mengirim uang. Rasanya malu sekali masa sudah gede masih minta uang pada orang tua, walaupun itu adalah kewajiban oarngtua pada anaknya. Padahal teman di kampung yang seusia saya ini sudah pada menikah bahkan punya anak, tapi dibenaku sama sekali tidak terbesit dalam benak ini untuk menikah dini. Menikah itu banyak sekali tantangannya.
Pengalam yang sangat menarik, yang sayang untuk dilupakan, tadi siang saya memperbaiki nilai saya matakuliah introduction to poetry yang tadinya C menjadi B. Sungguh pak Yayat dosen saya ini sangatlah berbaik hati beliau bisa membantu untuk mempermudah proses perbaikan. Dengan cara menulis surat permohonan pada bagian akademik sastra inggris. Sungguh beliau berhati mulia, i love him very much. Dengan diadakannya perbaikan nilai tadi rasanya senang sekali karena kalau misalnya saya mengikuti SP( Semester Pendek ), dengan  biaya Rp. 175.000. Dan diadakannya akhir semester depan.
Apa sih artinya pertemanan sebenarnya??? Apakah seorang yang dikatakan teman itu adalah mengajak kita pada hal yang bersifat hura-hura, tapi tak peduli dengan apa yang kita raskan. Atau bahkan seorang teman itu selalu ada dalam suka dan duka, selalu mengajak kita pada hal yang positif. Mungkin iya. Saya selalu merasa aneh melihat pertemanan teman kelas saya dikampus. Ada yang pada temannya cuek tidak peduli dia hadir atau tidak, tidak peduli temanya sudah mengerjakan tugas atau belum, yang penting dia merasa happy dan tidak peduli dengan keadaan temannya. Apakahitu pantas disebut teman?! Entah saya di faham.
Karena tadi siang teman kelas saya marah pada saya panggil saja dia si A, karena saya tidak memberitahu pada dia bahwa matkul poetry ada perbaiakan. Sedangkan data-data orang yang akan perbaikan sudah dikirim kejurusan. Sungguh saya merasa aneh kenapa dia tidak bertanya pada teman dekatnya yaitu si B. Saya tidak bisa berbuat apa-apa selain diam. Padahal pas hari jum’at itu saya sudah mengumumkan pada teman-teman siapa yang mau perbaikan nilai poetry, tapi tetap saja tidak peduli pada kita-kita yang sibuk menuliskan nama dan NPM. So, berari bukan sya dong yang salah untuk saat ini. Itulah mengapa saya bertanya seperti yang diatas tadi.
Meurut saya yang namanya teman itu yang selalu ada ketika kita ada dalam suka maupun duka. Bukan yang menjerumuskan temannya pada hal-hal yang tiddak diinginkan, apalagi salaing menghianati. Di kampus UNPAS tercinta ini saya merasa senag karena memiliki teman yang baiak yang pernah saya temukan, dia adalah Diana Dan Lika. Mereka pribadi yang unik, memiliki karakter yang sama, dan pengalam pahit dalam bercinta. Tapi saya salut pada mereka, mereka bisa memalui pengalaman yang saya takutkan. Pertama Diana dia ditinggal oleh mamah tercintanya ketika dia semester satu kemarin, sedangkan Lika, baru bebearapa bulan ini dia diputuskan oleh pacarnya Kaka. Padahal mereka sudah menjalin hubungan 4 tahun, namun pisah begitu saja. Padahal kedua itu hal yang sangat saya takutkan.
Thanks god atas semua nikmat yang telah engkau berikan pada hambamu ini. besok akan saya sambung kembali dengan cerita hidup yang lebih menarik. Love you diary.

Selasa, 10-Januari-2012
Hi, my diary ketemu lagi sama saya yang cantik, couse saya adalah cewek, coba masa cewek ganteng apa kata dunia??? :-). Malam ini saya akan menceritakan kegiatan tadi siang yang telah saya lalui besama teman-teman kampus. So, sayang banget kalau dilewatkan.
Kumandang adzan subuh, telah terdengar dari mesjid yang tidak jauh dari rumah, walaupun mata ini rasanya ngantuk, namun tetap saja saya harus bangun dan menjalankan kewajiban saya selaku muslim yang taat. Karena dengan kita menjalankan solat secara langsung kita telah mencurahkan isi hati kita kepada sang maha kuasa. Couse, solat itu adalah tiang agama, dan wajib hukumnya untuk setiap muslim. Tanpa banyak kata saya langsung pergi ke kamar mandi dan memgambil wudlu, setelah wajah ini bersentuhan dengan air yang begitu dingin secara langsung rasa kantuk itu hilang. Dan saya siap untuk melakukan aktivitas hari ini.
Sekitar jam 6.45 WIB, saya berangkat pergi ke kampus, namun ketika saya hendak menaiki angkot saya melihat pemandangan yang menarik, yaitu seorang ibu-ibu yang usianya sekitar 40 tahunan, dengan wajah yang menhan kantuk, namun dari sorot matanya yang tajam dia semangat untuk menjalani harinya. Sayapun tak boleh kalah olehnya. Karena rasa semangat itu harus ada di setiap jiwa insan yang masih hidup. Tanpa terasa saya sudah sampai kampus lagi. Kutunggu teman dekatku Diana di tempat nongkrong anak kampus. Tak berapa lamma kemudiaann diapun datang. Namun hari tadi itu hari yang penuh dengan pengalam baru, sepeti main futsal bareng temen-temen. Selain itu pulang naik angkot lalu turun lagi. Saya merasa takut dengan adanya  segerombolan laki-laki mengenakan pakaian hitam, anting dan tak lupa kalung hitam menghiasi lehernya yang tak kalah hitam juga, lalu rambutnya menyerupai orang Amerika latin. Dan ternyata jari-jari mereka pun memakai cat kuku berwarana hitam, sempurnalah penampilan dia. Untuk menakut-nakuti orang sekitrnya termsuk saya.

Rabu, 11 Januari 2012
Hari rabu bagi saya adalah hari yang paling menegangkan di semester 3 ini. dikarenakan ada mata kuliah Prose, dan dosennya itu sangatlah menegangkan, kalau bahasa gaul anak ABG adalah kiler banget. Namun walau begitu saya sangat bersyukur karena diberi dosen seperti belau itu. nama belaiu adalah Kimtafsirah, sungguh nama yang bagus bukan? Beliau berasal dari Tegal Jawa Tengah, namun sekarang beliau tinggal di Las Vegas alias Leuwi Gajah Cimahi bandung. Beliau menyelesaikan studynya di UPI bandung. Kini usia beliau 67 tahun, tapi semangat belau sanagt luar biasa harus di kasih jempol dech. Mana ada seumuran beliau masih semangat dalam mengajar. Namun sayang beliau itu kadang pelupa, dan yang jadi sasarannya adalah tiadak lain kita-kita yang tak tahu apa-apa.
Semua yang ada di dalam kelas merasa was-was takut ditanya mengenai mata kuliah beliau termasuk saya. Perasaan saya tidak karuan, dada saya bergemuruh begitu kencang bahkan banyak yang mengatakan muka saya terlihat pucat seperti orang yang meninggal ketika beliau menghampiri meja saya, dan bertanya mengenai What is the mean of legend?. Sontak saja saya kaget, dengan terburu-buru saya membuka catatan saya, dan dengan terbata-bata sya menjab apa itu Legend. Namun sangat disayangkan jawaban saya itu salah total  apa lagi saya open book, bukan open brain. So, apa yang terjadi? jari-jari tangan yang saya cintai ini kena cubitannya semua teman-teman menertawakan saya karena melihat wajah saya yang semakin pucat pasi, dan tanpa senyum sedikitpun.
Setelah mencubit jari-jari yang saya cintai ini beliau mengatakan bahwa mahasiswa itu harus rajin membaca bukan hanya main facebook, twitter dll dech. Apa lagi seorang calon sastrawan dan sastrawati harus mengetahui apa itu prose, poetry, novel, short story and so on. Tanpa berucap apa-apa beliau meninggalkan meja saya, dan beberapa saat kemudian teman saya kena bom pertanyaan yang menjurus menganai hal narrative prose. Sontak saja dia kaget yang tadi senyam senyum ketika melihat saya. Dia adalah bodrey alais Indri, untung saja dia bisa menguasai kakagetannya dengan mempersembahkan senyum mautnya pada beliau, dan dia pun mulai menjawab pertanyaan tersebut. Tapi apa yang terjadi diary? Beliau mengatakan bahwa jawaban bodrey itu adalah adalah jawaban anak SD, bukan jawaban seorang calaon sarjana. Sontak semua teman deikalas itu pada diam termasuk saya. Dalam batin saya berkata ” memangnya harus seperti apa jawaban seorang calaon sarjana itu?” ternyata jawaban seorang calon sarjana itu adalah itu harus adanya alasan yang jelas, sumber data yang jelas, dan contoh yang jelas juga. Itu baru namanya jawaban seorang mahasiswa calaon sarjana. Dari situ saya baru menyadari bahwasanya saya ini sangatlah jarang sekali belajar mengetahui apa yang ada dalam lingkungan, dan kurang peduli akan lingkungan.
Hari rabu benar-benar mengasyikan, dan menyenagkan ya walaupun adasedikit teganag plus takut. Jujur saja tadi itu merupakan pertemuan terakhir kami di semester 3 bersama belaiu, pasti kami akan selalu mengingat dan merindukan beliau. My teacher semoga saja kau selalau ada dalam sehat dan panjang umur. Karena dunia ini sangat membutuhkanmu. Caranya mengajar membuat kami pintar dan mengetahaui arati hidup dengan adanya pendidikan karakter yang dia sisipkan ketika break belajar.
Setiap minggu saya ini pasti jadi sasaran beliau, karena kelompok saya kebagian duduk dibelakang, sehingga sasaran empuk beliau untuk mem push kami supaya bisa. Walau begitu saya sangat senang, karena saya banyak mendapatkan pelajaran hidup. Saya akan selau mengingat beliau ketika mengatakan “I LOVE SING. . .” dengan bibir yang sedikit monyong dan matanya sedikit mengedip dan badannya bergoyang. Sungguh sangat menakjubkan, couse suara belaiau tidak jauh beda dengan artis Hollywood Ketty Fery, suaranya yang merdu membuat kami terkesima. Pantas saja ketika beliau mengatakan bahha suka menyanyi.
Itulah cerita saya hari ini diary. Thanks god atas sedgala nikmat yang telah kau berikan pada hambamu yang do’if ini.

Kamis, 11 January 2012
Nighat, my diary. Rasanya mata ini pedih sekali menahan rasa kantukku yang telah menyerang dari tadi magrib. Namun, bercerita bersamamu adalah sebuah kewajiban dalam hidup saya saat ini dan selamanya. Sayang sekali apabila saya tidak menceritakan pengalaman saya hari ini.
Diary, saya awali harikamis pagi tanggal 12 jnuari ini dengan menulis, tapi bukan menulis sesuatu yang tak bermanfaat loh. Saya menulis ringkasan essay inggris buah karya George Orwell mengenai Shooting an Elephant. Sungguh sangat menarik sekali cerita essay tersebut. Pantas saja dosen saya mengatakan bahwa G.Orwell merupakan uyutnya alias moyangnya penulis essay. Dalam cerita tersebut menceritakan seorang polisi yang menembak gajah., karena terpaksa dengan keadaan masyarakat Burma yang memperhatikaanya seperti orang yang akan menembak gajah. Padahal di dalam hatinya tidak terbesit untuk menembak gajah. Namun tindakan konyolnya itu telah menyelamatkan masyarakat burma dari amukan gajah gila. Sungguh menakjubkan buakan?
Saking asyiknya meringkas cerita tersebut tak terasa waktu telah menunjukan pukul 07.10, itu saatnya saya mandi dan bersiap-siap untuk pergi ke kampus. Ketika air telah menerpa seluruh badan saya, rasanya dingin sekali, sehingga membuat saya bergementar karena tak tahan menahan rasa dingin tersebut. Maka tanpa saya sadari, saya telah melakukan ritual patas dalam mandi padahal itu sangat jarang saya lakukan. Namun untuk kali ini yang biasanya menghabiskan waktu 20 menit, kini dalam waktu 5 menit saya telah selesai melakukan ritual mandi tersebut. Maka saya berpikir untuk kali ini harus ada penghargaan mandi tercepat didunia.
Untuk hari ini saya ada mata kuliah Verb pattern, translation, and drama. Tapi sangat disayangkan ketika saya sampai kampus kita tidak belajar namun hanya membahas kisi-kisi buat UAS nanti. And than hari ini bertepatan dengan Olimpiade Sastra debating bahasa asing, so, pasti kite-kite selaku anak sastra pada sibuk untuk saling mendukung angkatan masing-masing. Termasuk angkatan 2010 pada heboh bikin yel-yel termasuk saya. Namun sayang utusan kami terkalahkan oleh 2008. Maklumlah mereka kan udah pada gede and dewasa hahaha.
Bye diary, tahnks yach!!!!!!!!!!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar