KOTA
Deruan sepeda motor tak pernah mati
Mengganggu telinga ini yang hampir tuli
Hiruk pikuk manusia tanpa bersapa
Senyumpun tak pernah menghiasi muka yang penuh dengan kecewa
Apa ini yang dinamakan kota
Entahlah aku tak tahu
Yang pasti semuanya menari-nari dalam benakku
Apa itu kota yang sebenarnya
Kota . . . ya Kota . . .
Semuanay penuh dengan kepalsuan
Gedung-gedung yang mencakar langit
Membuat semuanya terpana
Akan hiasan dunia yang fana
Banyak manusia yang menjerit, merintih kesakitan
Akan dunia kota yang kejam
Bahkan untuk sesuap nasipun
Mereka harus meminta dengan muka mengkhawatirkan
Sungguh apa pantas disebut dengan kota metropolitan
Entahlah aku tak paham
Bye : Papa Samrotul Puadah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar