Rabu, 28 Desember 2011

my poem 3


KOTA

Deruan sepeda motor tak pernah mati
Mengganggu telinga ini yang hampir tuli
Hiruk pikuk manusia tanpa bersapa
Senyumpun tak pernah menghiasi muka yang penuh dengan kecewa

Apa ini yang dinamakan kota
Entahlah aku tak tahu
Yang pasti  semuanya menari-nari dalam benakku
Apa itu kota yang sebenarnya

Kota . . . ya Kota . . .
Semuanay penuh dengan kepalsuan
Gedung-gedung yang mencakar langit
Membuat semuanya terpana
Akan hiasan dunia yang fana

Banyak manusia yang menjerit, merintih kesakitan
Akan dunia kota yang kejam
Bahkan untuk sesuap nasipun
Mereka harus meminta dengan muka mengkhawatirkan
Sungguh apa pantas disebut dengan kota metropolitan
Entahlah aku tak paham

                                                                                    Bye : Papa Samrotul Puadah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar