Selasa, 27 Desember 2011

ESSAY


Bandung Rajawali Barat                                                                   23 Desember 2011
KURSI           
Sore ini aku di rumah sendiri, tak ada siapaun kecuali ku ditemani oleh musik kesukaanku Anggun C. Sasmi.  Dalam kesendirianku aku teringat akan sesuatu yang kita anggap sepele tapi manfaatnya begitu sangat berarti dalam kehidupan manusia di seluruh penjuru dunia ini. Tapi sayangnya kebanyaka orang tidak menyadari akan hal ini semua mau tahu apa? Jawabannya adalah kursi, atau dalam bahasa inggrisna chair. Ya, begitu banyak sekali manfaat akan kursi bagi kehidupan manusia.
            Pernah tidak berpikir dalam benak kalian kenapa kakai kursi itu empat, mau yang kursi biasa ataupun kursi yang high class. Gak kebayang kalau misalnnya kursi tu kakainya tiga atau bahkan 2. Ternyata kenapa kursi itu kakinya empat adalah untuk sebuah keseimbangan, dan kenyamanan bagi orang yang akan memdudukinya. Tidak terbayang oleh saya jikalau kita menduduki kursi yang berkaki tiga saya rasa tidak akan ada kenyaman ketika kita mendudukinya. Terbanyag oleh kita gimana kalau jatuh dan lainnya.
            Apalagi di zaman serba modern ini kursi banyak sekali macamnya,dengan  berbagai variasi yang sangat beragam. Ada kursi yang terbuat dari kayu pilihan, busa, bahkan pelastik. Dan bagi saya ini sangat menakjubkan, berarti kursi itu untuk sekarang ini sangat sekali diminati. Kebetulan rumah om saya tetanggaan denag pembuat kursi khas Jepara, banyak sekali peminatnya. Karena terbuat dari kayu jati dan dalam bisnis ini sangtalah menguntungkan.
            Namun ada perasaan berbeda ketika kita menduduki sebuah kursi yang empuk terbuat dari bahan wall dengan desain elegan bah kursi kerajaan. Perasaan kita sebagai orang yang mendudukinya serasa raja dari sebuah kerajaan kayangan, kitapun akan berkhayal disampng kita dikelilingi para bidadari cantik sebari mengipasi kita dengan kipas yang terbuat dari bulu angasa yang lembut dan putih. Tapi ketika kita duduk dikursi yang terbuat dari kayu biasa bahkan keadaannya sudah reot dan lapuk, kita tidak akan merasa nyaman dengan mendudukiki kursi tersebut. Saya punya dua asumsi apakah kursi jelek itu akan di perbaiaki lagi atau dibiarkan begitu saja hingga rusak???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar